Saya bingung apakah hal ini diperbolehkan dalam agama maupun nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Saya sangat benci dengan pandangan dan arah berpikir ibu saya. Entah kenapa seperti tidak berpikir panjang. Hanya ingin terlihat kaya, mewah, dan ber-uang. Padahal tidak semua hal di dunia ini tentang uang. Mungkin ibu belum pernah merasakan orang tersayangnya meninggal. Sehingga belum tau rasanya bahwa tidak ada yang lebih penting dari hidup selain amalan-amalan yang bisa kita tinggalkan di dunia ini setelah mati. Ibu selalu mengarahkan anak-anaknya untuk bermental budak, bermental karyawan, bukan mental pengusaha. Sehingga dalam banyangannya bahwa mencari uang hanya dengan menjadi pegawai seperti dia yang merupakan pegawai negeri sipil. Aku sangat benci kata-kata itu karena banyak sekali dari mereka yang memakan uang pajak milik masyarakat. Andaikan aku tidak lahir dari keluarga yang mencari mata pencaharian dari uang pajak negara. Ya Allah, apa ini yang membuat aku merasa seperti ana...
Jurnal Dzikri
Isinya renungan, inspirasi, dan pemikiran-pemikiran genuine yang keluar dari kepala saya