Langsung ke konten utama

Postingan

Males Banget

Saya bingung apakah hal ini diperbolehkan dalam agama maupun nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Saya sangat benci dengan pandangan dan arah berpikir ibu saya. Entah kenapa seperti tidak berpikir panjang. Hanya ingin terlihat kaya, mewah, dan ber-uang. Padahal tidak semua hal di dunia ini tentang uang. Mungkin ibu belum pernah merasakan orang tersayangnya meninggal. Sehingga belum tau rasanya bahwa tidak ada yang lebih penting dari hidup selain amalan-amalan yang bisa kita tinggalkan di dunia ini setelah mati. Ibu selalu mengarahkan anak-anaknya untuk bermental budak, bermental karyawan, bukan mental pengusaha. Sehingga dalam banyangannya bahwa mencari uang hanya dengan menjadi pegawai seperti dia yang merupakan pegawai negeri sipil. Aku sangat benci kata-kata itu karena banyak sekali dari mereka yang memakan uang pajak milik masyarakat. Andaikan aku tidak lahir dari keluarga yang mencari mata pencaharian dari uang pajak negara. Ya Allah, apa ini yang membuat aku merasa seperti ana...

Ibadah Ritual vs Ibadah Sosial

4-5 tahun ke belakang ini, saya (dengan versi yang cenderung jahat) selalu berasumsi bahwa ibadah sosial jauh lebih memiliki dampak daripada ibadah ritual. Didukung juga oleh dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadis yang menerangkan tentang itu, seperti kisah seorang pelacur yang masuk surga karena memberi minum anjing yang kehausan serta kisah orang yang diterima hajinya padahal ia tidak berhaji ke Mekkah, melainkan menyedekahkan semua uang tabungan hajinya untuk seorang janda di kampungnya. Singkatnya seperti itu. Namun, apakah asumsi saya selama ini benar? Selama itu saya berasumsi, dan selama itu pula saya sangat menyepelekan ibadah-ibadah ritual (mahdhah) yang pernah saya jalani dengan sangat konsisten, terlebih sewaktu mondok dahulu. Ternyata, saya merasakan sangat tersiksa. Saya mulai merokok dan sekali-sekali minum alkohol jika ditawari teman (tapi alhamdulillah tidak pernah sampai mabuk). Dengan dalih Allah Maha Pemurah dan Pengampun, saya cukup berbuat baik kepada manusia, da...

Masjid Pengemis

Masjid itu bertugas untuk mengayomi orang-orang yang tidak mampu; kenapa malah jadi pengemis di jalanan? Di banyak tempat, justru banyak sekali masjid yang mewah dan besar berdiri di kawasan perumahan dan perkampungan kumuh. Dari mana ya uang untuk pembangunan masjid tersebut? Apakah berasal dari warga secara sukarela? Bodoh sekali ya warga di sekitar masjid itu, apalagi mereka jarang salat di masjid. Jadi, untuk apa mereka bersedekah jika mereka tidak mendapatkan manfaat, yaitu ketentraman hati dan jiwa, dari masjid tersebut? Bagiku, masjid adalah tempat yang memang sudah menjadi media bagi manusia untuk mengeluarkan semua keluh kesah kehidupannya di dunia. Ia adalah sandaran bagi mereka. Masjid adalah sarana agar manusia selalu mengingat akan kematian, mengingat bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan untuk menentramkan hati yang gundah. Awal dari kebahagiaan yang hakiki adalah dari masjid. "Tapi agama lain juga meminta sumbangan untuk klenteng dan para biksunya kok?" Lho, ...

Joan Of Arc : Sufi & Martir Perancis

mendengar kata prancis, kita pasti sudah membayangkan negeri yang memiliki bangunan-bangunan dengan nilai arsitektur yang menawan. dari negeri ini juga terlahir banyak sastrawan dan seniman yang karya-karyanya bisa kita nikmati sampai saat ini. namun dibalik semua kemapanan peradaban perancis yang masih eksis sampai sekarang, ada sesosok wanita yang sangat berjasa pada negeri tersebut. ia bernama joan of arc. joan of arc adalah pahlawan perancis yang juga dianggap sebagai santa dalam ajaran katholik. santa adalah orang yang sudah mencapai tingkat spiritualitas yang tinggi. dalam ajaran islam, santa bisa disebut dengan wali. meskipun ia tidak memiliki latar belakang militer sama sekali, joan sangat berjasa dalam ekspedisi penyelamatan daerah-daerah di perancis yang dijajah oleh kerajaan inggris, seperi kota besar yang bernama orleans. joan of arc lahir di lorraine pada 6 januari 1412. ia hanyalah anak seorang petani. pada umur 12 tahun, joan mendapatkan sebuah penglihatan batin,...

Socrates : Sejarah & Pemikiran

bagi kalian yang akrab dengan buku-buku filsafat, atau setidaknya punya rasa ingin tahu yang dalam mengenai filsafat, pasti pernah mendengar kata socrates, nama seorang laki-laki bijaksana yang menjadi martir karena membela kemerdekaan berpikir manusia. socrates adalah figur paling penting dalam tradisi filsafat barat, ia lahir pada tanggal 4 juni 470 sm di sebuah kota pada kerajaan yunani kuno yang bernama athena. ayah socrates bernama sophroniscos, ia berkerja sebagai pemahat patung dari batu. sedangkan ibunya bernama phainarete, yang berkerja sebagai bidan. dari profesi ibunya ini, socrates terilhami untuk membuat metode berfilsafat layaknya bidan. ketika beranjak dewasa, socrates menikah dengan seorang gadis yang bernama xantippe, mereka berdua dikarunia 3 orang anak, yaitu ramprocles, sophroniscos, dan menexene. konon, xantippe adalah perempuan yang sangat cerewet, maka dari itu banyak yang berkata bahwa rumah tangga socrates bisa dikatakan kurang harmonis. meskipun begitu,...

Ngapain Beli Kalau Gak Dibaca?

ngapain beli kalau gak dibaca? menurut saya, membeli buku adalah tindakan terpuji, meskipun kita hanya membacanya satu dua bab saja, atau tidak sama sekali. karena mungkin saja buku itu akan dibaca oleh anak cucu kita, menjadi warisan yang jauh lebih berharga dari harta. di rak buku abah saya, banyak sekali buku-buku peninggalan almarhum kakek. saya banyak mengambil manfaat dari buku-buku itu, dari mulai kitab yuridis islam klasik semisal bidayatul mujtahid milik ibnu rusyd, sampai buku di bawah bendera revolusi yang berisi kumpulan gagasan-gagasan bung karno tentang keislaman, muhammadiyah, marxisme, sosialisme, dan nasionalisme. saya tidak tahu apakah almarhum kakek sudah katam membaca semua bukunya. meskipun saya belum pernah bertemu kakek, saya hanya bisa berdoa, semoga semua berkah ilmu yang saya dapatkan bisa dirasakan juga untuk almarhum kakek di alam kubur. sebagaimana wejangan nabi dalam sabdanya : "jika anak adam wafat, maka terputuslah amalnya kecuali pada t...

Konsisten

Entahlah, saya dari dulu ingin sekali menulis novel sendiri. Ada satu dua judul yang naskahnya sudah selesai, namun tetap saja saya masih kurang pede untuk show ke orang lain. Saya masih berpikir bahwa karya-karya saya itu tidak layak dibaca, sayamasih harus belajar, masih harus banyak membaca novel-novel lainnya. Saya yakin saya punya intuisi yang potensif, bisa dikembangkan menjadi sebuah produk, namun apa daya, rasa malas dan mudah tertarik kepada hal lain membuat saya tidak bisa konsisten. Saya ingin tahu bagaimana caranya agar saya bisa fokus kepada satu hal. Ketika membaca buku a, lalu saya tertarik untuk menulis seperti buku itu. Ketika menonton film b, saya lalu tertarik untuk membuat novel yang mirip dengan alur cerita di novel itu. Ya Tuhan, dengan berkat Sang Muhammad, limpahkanlah karuniamu kepadaku agar aku bisa fokus dalam menjalani suatu hal. Apakah saya hanya menjadi seorang laki-laki 22 tahun yang tidak berdaya? Tidak memiliki karya yang bisa membu...