Bagiku, masjid adalah tempat yang memang sudah menjadi media bagi manusia untuk mengeluarkan semua keluh kesah kehidupannya di dunia. Ia adalah sandaran bagi mereka. Masjid adalah sarana agar manusia selalu mengingat akan kematian, mengingat bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan untuk menentramkan hati yang gundah. Awal dari kebahagiaan yang hakiki adalah dari masjid. "Tapi agama lain juga meminta sumbangan untuk klenteng dan para biksunya kok?" Lho, itu kan mereka; kita ini umat Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Katanya, jika kita mengikuti kebiasaan suatu kaum, maka kita sama dengan mereka? Bukankah hadistnya seperti itu
Apakah masjid tidak bisa membuat amal usahanya sendiri? Oke, kotak amal itu wajar, silakan saja. Namun, jika harus meminta-minta di jalan, menyodorkan jaring dari pintu mobil ke mobil lainnya, apakah itu tidak merusak citra masjid yang merupakan brand ambassador agama Islam? Mungkin bisa saja uang dari kotak amal tersebut diputar lagi untuk menjalankan amal usaha, seperti membuka kedai minuman, angkringan, dan lain-lain.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar